December 6, 2022

James Riady sedang berbicara saat launching ceremony Kota Meikarta

WARTAPROPERTI.COM | Lippo Group seakan tidak ada habisnya melakukan terobosan. Sekalipun di dunia properti, tidak hanya Lippo yang memiliki rekam jejak kepeloporan. Dalam bentuk dan skala yang berbeda-beda, sejumlah pengembang menorehkan jejak mereka sebagai pelopor dalam beberapa segmen yang spesifik. Lippo, group yang bergerak di properti dengan gerbong utamanya PT Lippo Karawaci Tbk., itu di awal 1990-an mulai mengembangkan Lippo Cikarang yang semula difokuskan sebagai kawasan industri oleh founder-nya Mochtar Riady. Lippo juga mulai mengenalkan kawasan Karawaci sebagai sebuah area hunian setara kota baru di barat Jakarta dan kini tercatat sebagai sebuah kawasan premium di Tangerang, selain Bintaro dan Serpong.

Kini, Lippo Group pun mengumumkan pembangunan kota baru berskala internasional dengan nama Meikarta dengan total investasi sekitar Rp 278 triliun. Tepatnya 13 Mei silam, dilakukan launching penjualan apartemen sebanyak 250 ribu unit yang tersebar di 15 tower atau gedung. Dalam kesempatan itu, CEO Lippo Group, James Riady menyampaikan optimismenya bahwa pembangunan kota baru Meikarta akan terealisasi dan akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di koridor barat Jawa karena berada di jantung ekonomi Indonesia, yakni di koridor Jakarta-Bandung.

Melihat langkah Lippo Group dengan nilai investasi sebesar ini, sentimen negatif sektor properti beberapa tahun belakangan seolah terbantahkan. Padahal, belum lama berselang Lippo melalui PT Lipp Cikarang Tbk. juga gencar memromosikan Orange County dengan penjualan apartemen yang dikembangkan di Cikarang. Kawasan seluas 322 hektar itu dikembangkan dengan mengusung konsep The New California City di koridor timur Jakarta.

Menurut James Riady, langkah Lippo ini merupakan sebuah dobrakan di tengah kondisi pasar properti yang sedang lesu selama tiga tahun belakangan. “Pasar properti sejatinya tak harus menunggu pasar normal kembali. Dengan investasi berskala besar seperti ini, akan tercipta multiplier effect yang mendorong perekonomian supaya lebih bergairah.”

Ia mengamini kepeloporan Lippo di sektor properti. Itu sebabnya, pihaknya tidak menunggu hingga pasar pulih, namun mereka menciptakan pasar. “Kalau kita lihat demand perumahan di Indonesia, kalau kita tidak ambil kesempatan ini, kita tidak akan pernah menjawab tantangan ini. Lippo mempelopori melakukan terobosan di situasi saat ini. Tapi ternyata tidak lesu kan? (Konsumen-red) Mengantri saja sudah dimulai dari jam 6 pagi. Jadi kita optimistis,” pungkas James.

Menurut James, properti lesu karena tidak ada dobrakan, tidak ada pentolan yang terjun membangun sektor properti dengan kreatifitas, keberanian, dobrakan dan energi. (HH/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.