November 29, 2022

Perumahan untuk pekerja melalui TAPERA

WARTAPROPERTI.COM | Alokasi dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) alias subsidi KPR yang dianggarkan pada APBN 2017 bakal kena pangkas pada perubahan anggaran negara tahun ini.

Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lana Winayanti mengatakan, anggaran FLPP tahun ini Akan dikurangi hingga menjadi sekitar Rp3,1 triliun dari jumlah yang dialokasikan pada awalnya yakni Rp 9,7 triliun.

“Di APBNP, FLPP justru berkurang. Karena kita fokus ke bank di luar BTN. BTN katanya mau pakai SSB (Subsidi Selisih Bunga). Jadi FLPP-nya nanti ke bank-bank bukan BTN,” katanya kepada detikFinance saat dihubungi di Jakarta, Kamis (22/6/2017).

Adapun subsidi FLPP rule dikurangi lantaran pemerintah saat ini tengah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan FLPP. Penyaluran subsidi kerap tidak tepat sasaran membuat pemerintah mengalihkan dana tersebut pada tahun ini untuk pembangunan proyek strategis nasional.

“Dana FLPP akan dimanfaatkan untuk proyek strategis nasional,” katanya singkat.

Sedangkan untuk mewujudkan pembangunan rumah murah bagi MBR, pemerintah akan mendorong partisipasi perbankan selain Bank BTN. Pemerintah pun akan fokus pada penyaluran subsidi selisih bunga dan bantuan uang muka untuk tahun ini. Kedua program bantuan subsidi perumahan tersebut dianggarkan dana sekitar Rp 5,9 triliun untuk 775 ribu unit rumah.

“Jadi kita akan mengevaluasi seluruh kebijakan dan pelaksanaan agar ke depan lebih tepat sasaran. Evaluasi seperti ketepatan sasaran dari kelompok penghasilan, MBR itu sendiri. Kan ada rencana untuk menyesuaikan batasan penghasilan sesuai dengan zona-zona itu,” ucap Lana.

“Kalau subsidi SSB kan 225 ribu unit. Ditambah FLPP sekitar 45-50 ribu unit. Itu dilaksanakan oleh bank bukanĀ  BTN,” pungkasnya. (DTK)

Leave a Reply

Your email address will not be published.