December 3, 2022

Proyek Sentraland Karawang milik Perumnas

WARTAPROPERTI.COM | Konsentrasi pengembangan infastruktur Jabodetabek yang memberikan porsi lebih ke arah timur telah membuat sejumlah kawasan sepanjang koridor Jakarta – Cikampek akan menjadi destinasi utama investor properti. Kabupaten Karawang diproyeksikan menjadi primadona baru properti nasional dengan adanya lonjakan harga lahan yang mulai terjadi dalam 3 tahun terakhir. Demikian Center for Urban Development Studies (CUDES) dalam rilis yang dikeluarkannya hari ini.

“Tahun lalu, harga per meter persegi sudah menyentuh Rp10 juta. Hingga akhir tahun ini diperkirakan harga akan menyentuh Rp20 juta per meter persegi dengan kehadiran sejumlah proyek prestisius di kawasan ini,” ungkap laporan CUDES yang diterima hari ini (18/6/2017).

Laporan tersebut mengemukakan, ekspansi yang dilakukan sejumlah pengembang besar ke kawasan ini membuat harga lahan di Karawang, melonjak. Summarecon dengan proyek Summarecon Emerald, Perumnas (Sentraland), Galuh Mas, Wika Realty yang mengembangkan apartemen serta ekspansi Agung Podomoro Land dari Grand Taruma ke Taruma City serta yang terakhir aksi Lippo yang mengumumkan pendirian kota baru Jakarta yakni Meikarta.

“Aksi korporasi ini dipicu oleh proyeksi perkembangan kota Jakarta di masa depan yang akan menaikan kawasan penyangga seperti Bekasi, Cikarang, Karawang dan Cikampek ke tingkat yang lebih tinggi. Apalagi dengan perencanaan pengembangan infrastruktur strategis baik di kawasan ini maupun yang akan melintasi kawasan ini. Ini tidak hanya menjadi daya tarik bagi investor korporasi yang masuk, tetapi secara alami akan meningkatkan nilai lahan di kawasan ini,” demikian CUDES.

Faktor lain yang menyebabkan potensi perkembangan properti di Karawang menjadi lebih berkilau adalah permintaan yang tinggi akan hunian dari berbagai kawasan industri yang beroperasi di sana. Sebagaimana yang sudah terjadi di Bekasi dan Cikarang, Karawang akan menjadi area berikut yang mensuplai permintaan akan properti dalam derajat yang tinggi sehingga ini akan mendongkrak iklim properti di kawasan itu.

Dalam analisis CUDES, berbeda dengan kawasan penyangga lain di Jabodetabek yang harga propertinya sudah mencapai tingkatan overprice, Karawang masih memiliki celah untuk mendapatkan gain. Tidak hanya gain, properti di Karawang pun menjanjikan yield yang baik karena tingkat permintaan sewa properti yang tinggi, khususnya di subsektor hunian. (AS/Foto: Ist)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.