November 27, 2022

Kawasan Nihiwatu di Sumba Barat, NTT (Foto-foto: Nihiwatu.com)

WARTAPROPERTI.COM |Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur memiliki sejumlah pesona bagi para penikmat keindahan. Ia punya keindahan budaya dan pesona alam yang tak kalah dengan Bali yang sudah lebih dahulu kesohor. Sumba masih perawan, dan jikalaupun sesuatu yang luar biasa telah hadir di Bumi Marapu ini, keaslian budaya lokal tetap terjaga sejauh ini.

Sumba adalah sebuah pulau di gugusan kepulauan Propinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau ini banyak dipilih oleh para pegiat film untuk dijadikan lokasi pembuatan film. Di selatan dan barat ia berbatasan dengan Samudera Hindia, di timur ada Pulau Timor dan di utara ada Pulau Flores. Anda bisa menjangkaunya dengan pesawat dari Jakarta, Surabaya, Denpasar maupun Kupang.

Datang ke Sumba, ada hal yang tidak boleh dilewatkan yakni Nihiwatu. Nihiwatu terdiri dari dua kata bahasa setempat yakni nihi dan watu yang artinya mangkuk batu. Ini adalah nama sebuah resort yang terletak di Sumba Barat dengan view pantai yang menghadap ke Samudera Hindia di selatan Sumba.

Majalah Travel Leisure pada 2016, telah mendapuk Nihiwatu Resort sebagai hotel termahal di dunia. Seketika, nama resort yang belum 4 tahun berdiri itu jadi tersohor di penjuru dunia.

Adalah kisah yang dimulai pada tahun 1988 ketika Claude dan Petra Graves yang mencari pantai dengan gelombang yang sempurna untuk menciptakan sebuah resor. Pada tahun 2012, datanglah Christopher Burch, seorang pengusaha asal Amerika Serikat yang diajak Claude untuk mengembangkan resort itu.

Burch lalu meminta seorang temannya dari New York’s The Carlyle Hotel pengusaha kelahiran Afrika Selatan bernama James McBride, yang juga merupakan Presiden YTL Hotels di Singapura pada saat itu-untuk mengunjungi Sumba.

Perjalanan Burch dengan ketiga putranya menjadi tonggak sejarah, saat ia mengakuisisi Nihiwatu dalam kemitraan dengan McBride. Akuisisi ini dilakukan dengan target, menjadikan Nihiwatu sebagai salah satu resor terbaik di dunia.

Tak hanya itu saja, Nihiwatu sejak awal didedikasikan menjadi sebuah contoh operasi berkelanjutan yang selaras dengan lingkungan dan masyarakat Sumba.

Dengan tarif per malam mulai dari Rp8,7 juta hingga Rp150-an juta, Burch membagikan sebagian keuntungan ke Yayasan Sumba yang didirikan oleh Graves dan Sean Downs (Presiden Yayasan Sumba) pada tahun 2001. Sejak berdiri, yayasan ini telah mendirikan 4 Klinik Medis, Pusat Pelatihan Malaria dan telah mengembangkan lebih dari 100 sumur dan sumur air minum.

Perjalanan ke Nihiwatu lebih singkat jika Anda tempuh dari Waikabubak, ibukota Sumba Barat. Hanya sekira 30 menit saja dengan melewati jalan yang melintas kampung-kampung di perlintasan menuju Nihiwatu.

Nihiwatu adalah private resort yang sangat menjaga kenyamanan para pengunjungnya. Kawasan resort dengan total vila mencapai 33 unit lengkap dengan kolam renang pribadi dan pemandangan indah menuju Pantai Nihiwatu dan hamparan laut dengan debur ombak pantai nan indah itu, tidak dapat dimasuki oleh sembarang orang.

Para tamu yang datang ke Nihiwatu selain disuguhi pemandangan alam nan indah, juga dapat menikmati vila-vila yang terbuat dari bahan-bahan lokal seperti kayu, bambu, atap ilalang serta hutan dan pepohonan yang alami.

 

Bagi yang hendak berselancar maupun memancing, pengelola menyediakan fasilitas yang dapat dipergunakan. Sementara, Anda yang hendak merasakan keindahan Pantai Nihiwatu dipagi atau petang hari,  Anda bisa menikmatinya dari atas punggung kuda Sumba yang terkenal itu. (PMMgz38)

Leave a Reply

Your email address will not be published.