November 27, 2022

Seller's market akan menjadi kesampatan untuk meraup capital gain

WARTAPROPERTI.COM | Indonesia mengalami pelambatan pertumbuhan properti, setidaknya sejak 2014 hingga hari ini. Berbagai pihak mengeluhkan lambatnya penjualan produk properti baik itu proyek di pasar primer maupun listing properti di pasar sekunder. Properti memang up and down secara dinamis dan siklus ini telah berlangsung sejak lama. Siklus ini pula yang menciptakan peluang bagi penjual dan pembeli untuk mendapatkan keuntungan. Juga, menghasilkan istilah seller’s market dan buyer’s market.

Seller’s market adalah istilah untuk menggambarkan kondisi sebuah pasar khususnya pasar properti dimana tingkat permintaan lebih tinggi dibandingkan dengan penawaran, jika menggunakan istilah hukum supply and demand. Sementara itu, buyer’s market adalah situasi dimana penawaran lebih banyak dibandingkan dengan permintaan.

Pasar properti pada masa seller’s market akan ditandai dengan melonjaknya harga properti lantaran jumlah pencari properti lebih tinggi dibandingkan jumlah properti yang ditawarkan. Kondisi ini menempatkan penjual (seller) berada di atas angin dan dapat menghasilkan keuntungan yang berlipat ganda dari properti yang mereka hasilkan.

Mengapa? Karena kuasa menentukan harga ada di tangan mereka, dan produk mereka menjadi langka dengan calon peminat yang lebih banyak. Kondisi seperti ini sangat menguntungkan bagi para investor properti untuk mencatatkan capital gain yang tinggi.

Sebaliknya, pada masa buyer’s market, gantian pembeli yang akan memiliki ruang lebih leluasa untuk menentukan harga lantaran tersedia banyak pilihan produk yang dapat ia pertimbangkan untuk dibeli. Pada kondisi ini, harga properti akan cenderung menarik bagi konsumen karena mereka akan mendapatkan keuntungan dari persaingan harga antara para penjual.

Bagi konsumen, inilah saat yang paling tepat untuk membeli properti karena pada titik ini pergerakan harga menjadi sangat lambat. Persis seperti kondisi pasar properti Indonesia saat ini.

It’s time to buy! Demikianlah ungkapan para agen properti atau pengembang yang sedang menjajakan produknya pada kondisi buyer’s market. Tentu saja ini bukan isapan jempol semata. Karena, sebagaimana fakta bahwa pasar properti akan mengalami sebuah siklus yang terus berulang maka era buyer’s market akan berganti menjadi seller’s market dan harga akan kembali terkerek naik serta semakin menyulitkan kosumen untuk memiliki properti. (FL/Foto: Ist)

1 thought on “Ini Dia Arti Buyer’s Market dan Seller’s Market di Pasar Properti

Leave a Reply

Your email address will not be published.