November 29, 2022

Ilustrasi hunian berbasis TOD di stasiun kereta

WARTAPROPERTI.COM | Perum Perumnas adalah pengembang yang akan membangun rusunami dan anami (apartemen sederhana milik) di sejumlah stasiun kereta listrik di Jabodetabek. Untuk tahap pertama, mereka ditunjuk pemerintah menggarap proyek properti berbasis Transit Oriented Development (TOD) di dua stasiun yakni 4 tower rusunami di Stasiun Pondok Cina Depok dan 3 tower rusunami di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Nantinya tower-tower yang dibangun memiliki tinggi sekitar 30 lantai. Total unit yang akan dibangun di kedua stasiun itu masing-masing 2.300 unit dan 1.200 unit.

Sesuai namanya, rusunami diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Untuk kategori ini, mereka yang dikategorikan berpenghasilan rendah yang bisa membeli unit di rusunami ini adalah yang bergaji maksimal Rp7 juta. Sementara itu, untuk rusunami harganya diperkirakan berkisar antara Rp 8,9 juta sampai dengan Rp 9,3 juta per meter persegi. Khusus untuk rusunami nantinya akan mendapatkan subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahaan (FLPP).

Sebelumnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang ditunjuk sebagai bank penyalur Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) TOD memperkirakan harga untuk apartemen di atas Rp 400 juta, sementara untuk rusunami diperkirakan mencapai Rp 200 juta, dengan skema pembiayaan KPA subsidi.

Dalam perencanannya, di kawasan hunian yang mengaktualisasikan konsep TOD ini akan disediakan area komersial dimana tersedia pertokoan dan kafe untuk menyediakan kebutuhan para penghuni. Area komersial ini juga dapat menjadi tempat kongkow para penghuni rusunami dan anami.

Perumnas juga menyediakan fasilitas kekinian lainnya seperti taman di atap gedung alias rooftop. Area ini akan menjadi tempat bermain anak-anak mengingat di bawah terdapat stasiun dan tidak cocok untuk menjadi tempat bermain anak-anak.

Dengan berbasis TOD, hunian ini akan membuat penghuni tidak memerlukan lagi kendaraan pribadi atau umum lainnya untuk menjangkau stasiun. Tinggal turun dari kamar apartemen, langsung naik ke kereta sehingga selain akan mengurangi biaya transportasi, juga akan memangkas potensi kemacetan di kawasan itu. (HH)

Leave a Reply

Your email address will not be published.