November 27, 2022

Anies Baswedan bersama Sandiaga Uno dan Sudirman Said (Foto: Okezone)

WARTAPROPERTI.COM | Meski sudah mendapatkan sinyal negatif dari pemerintah pusat soal sikap gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno soal reklamasi, Ketua Tim Sinkronisasi Sudirman Said memastikan, kajian reklamasi Teluk Jakarta sudah mendekati final. Kajian itu akan menjadi pegangan Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno untuk menolak reklamasi. Namun ia memperkirakan kajian itu baru akan selesai pada Oktober saat Anies-Sandi dilantik memimpin Jakarta.

“Dari aspek hukum boleh dibilang hampir final, aspek ekonomi juga ada kajian (yang mendekati final). Yang mungkin perlu diperdalam dan itu hanya bisa dilakukan nanti setelah dilantik adalah audit lingkungan,” kata Sudirman di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Senin (12/6).

Sudirman mengatakan, timnya akan berdiskusi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tentang kajian yang sudah dilakukan tim Anies-Sandi. Meski menolak reklamasi, pihaknya tetap perlu mengetahui hal-hal yang sudah direncanakan Pemprov DKI terkait reklamasi.

“Termasuk pemerintah pusat juga kami dengarkan, seperti Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas),” kata Sudirman.

Bappenas telah merampungkan kajian menyeluruh terkait reklamasi Jakarta. Hasil kajian itu menetukan reklamasi dilanjutkan atau tidak. Sebagai mantan anggota kabinet, Sudirman juga menjalin komunikasi secara informal dengan sejumlah menteri yang berkaitan dengan proyek reklamasi.

“Ada komunikasi dengan kepala Bappenas hampir bertemu tapi pak Anies adiknya wafat jadi ditunda. Kemudian berusaha bertemu menteri lingkungan hidup dan perikanan,” kata Sudirman.

Selain Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman juga menjadi salah satu lembaga yang berkepentingan dalam proyek reklamasi. Luhut Binsar Pandjaitan yang memimpin lembaga itu berkukuh reklamasi harus tetap dilanjutkan.

Luhut mengatakan akan membuka kajian reklamasi pada Juli mendatang. Semua kajian terkait reklamasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, menurut Luhut, berangkat dari Keppres Nomor 52 tahun 1995 yang dikeluarkan pada era Soeharto, serta Perpres nomor 122 tahun 2012 yang dikeluarkan oleh Presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono.

Menanggapi hal itu, Sudirman pesimistis bisa bertemu dengan pemerintah pusat secara resmi sebelum kajian yang disebut Luhut itu keluar. Namun ia memastikan akan tetap menolak reklamasi walau sulit menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat.

“Sulit berinteraksi dengan lembaga pemerintah (kalau Anies-Sandi belum dilantik), kecuali ada undangan. Tapi dari segi substansi, kesimpulan untuk tidak meneruskan reklamasi sudah lama diambil, mungkin nanti negosiasi bagaimana yang sudah dibangun,” kata Sudirman.

Mantan Menteri Energi Sumber Daya Mineral ini belum bisa menentukan sikap jika pemerintah pusat tetap melakukan reklamasi meskipun kajian yang dilakukan tim Anies-Sandi telah selesai. Ia tak mau berandai soal itu. “Kan hasilnya belum tahu,” kata Sudirman.

Saat ini, Anies pun enggan membahas soal reklamasi. Ia menolak bicara soal reklamasi Teluk Jakarta hingga pelantikan nanti.

“Reklamasi saya enggak komentar lagi, puasa, sudah cukup. Wong enggak bisa bertugas sampai Oktober kok. Saya enggak mau nambah wacana soal reklamasi” kata Anies pada akhir Mei lalu. (CNN/Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.