December 6, 2022

Berburu Ikan Paus dengan peralatan tradisional di Lamalera

WARTAPROPERTI.COM | Industri pariwisata kerap berjalan seiring dengan perkembangan properti. Kehadiran fasilitas akomodasi di Kota Kupang, NTT seperti hotel-hotel berbintang tak lepas dari berbagai terobosan yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat di sektor pariwisata. Alam yang indah dengan berbagai keunikannya tradisi dan masyarakatnya, menjadi daya tarik bagi turis mancanegara. Sebut saja, Komodo, Nihiwatu, Nembrana, Pasola, Semana Santa, Waerebo, Bena, Danau Tiga Warna Kelimutu, Semana Santa dan Lamalera di Lembata yang menyajikan atraksi penangkapan ikan paus secara tradisional.

Lamalera adalah sebuah desa nelayan di Kabupaten Lembata, NTT dan terletak di bagian selatan Pulau Lembata, berhadapan dengan hamparan Laut Sawu. Desa ini menyimpan daya tarik tradisi yang lestari hingga saat ini, dimana penduduknya saban tahun melakukan penangkapan ikan paus di laut lepas dengan perahu dan peralatan tangkap tradisional.

Pemerintah NTT baru-baru ini merilis informasi bahwa mereka sedang melakukan kajian terhadap potensi pengembangan wisata bahari di wilayah ini dengan menghadirkan sebuah obyek baru yakni wisata menonton ikan paus di laut lepas. Kajian ini dilakukan bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata RI.

“Wisata menonton ikan paus ini guna menarik minat wisatawan eropa dan Australia,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTT Marius Jelamu, kepada media akhir Juni silam.

Menurut dia, selain Lamalera yang memiliki tradisi di atas, perairan di Propinsi NTT memiliki habitat perairan laut dalam, serta menjadi wilayah perlintasan 18 jenis paus. Termasuk dua spesies paus yang langka dan kharismatik yaitu paus biru (Balaenoptera Musculus) dan paus sperma (Physeter macrocephalus),” kata Jelamu lagi.

Sejumlah kabupaten menjadi koridor perlintasan paus-paus itu, diantaranya Lembata, Flores Timur dan Alor. Kabupaten-kabupaten itu, ia pastikan siap menjadi destinasi wisata menonton paus. Apalagi, paus yang muncul di perairan dengan durasi lama akan menjadi atraksi yang pertama di dunia.

“Ini atraksi yang luar biasa, apalagi bila sampai bisa berfoto dengan paus di NTT,” katanya.

Laut di perairan NTT memiliki kontur dasar yang sangat curam. Kontur itu menjadikan kawasan perairannya sangat potensial untuk menjadi akses pengamatan paus. “Semua ini akan memberi kontribusi bagi upaya pencapaian tekad pemerintah untuk menjadikan NTT sebagai provinsi pariwisata, serta keinginan mewujudkan NTT sebagai destinasi utama pariwisata di Indonesia tahun 2018,” paparnya.

Kajian ini tidak mengabaikan pertimbangan bahwa paus merupakan spesies karismatik yang dilindungi sesuai regulasi internasional. Setiap pengembangan kegiatan menonton paus di perairan Indonesia harus dilakukan dengan menerapkan manajemen yang ketat.

“Tanpa pedoman yang ditaati seluruh stakeholder, masyarakat dan wisatawan, maka kegiatan ini dapat mengancam kelestarian populasi paus yang melintasi perairan NTT,” jelasnya.

Marius berharap, wisata menonton paus juga agar mendidik masyarakat untuk bisa memelihara dan mengonservasi biota laut NTT, supaya kelestarian alam ini bisa selalu terjaga. Tentu saja, jika terwujud ini akan menjadi sebuah destinasi unik untuk liburan Anda. Paling tidak, setelah berselfie dengan lumba-lumba di Dufan, Ancol, Anda bisa ke NTT untuk berselfie bersama ikan paus, di lautan lepas. Cool! (HH/Foto: Sayangi.com)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.