November 29, 2022

Rusunawa Rawa Bebek yang dibangun oleh Pemprov DKI Jakarta

WARTAPROPERTI.COM | Bambang Soesilo, pria berusia 43 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai sopir sebuah taksi online di Jakarta, hanyalah seorang pekerja informal. Ia tinggal di sebuah rumah susun sewa di bilangan Rawa Bebek, Jakarta Timur. Melalui telepon pintarnya, pagi tadi, Jumat (14/7/2017) ia membaca berita di media online dan media sosial bahwa Sandiaga Uno, wakil gubernur terpilih sudah mengatakan, program uang muka rumah atau down payment nol persen tidak bisa diperoleh mereka yang bergaji di bawah Rp7 juta per bulan.

“Jujur pak, saya kaget dan langsung lemes begitu membaca berita itu. Padahal waktu Pak Anies datang ke Pondok Bambu, kalau enggak salah awal Mei 2017, saya kebetulan lagi di sana dan saya ikut pertemuan dengan beliau, dia ngomong begitu meyakinkan kalau semua warga DKI yang belum punya rumah, silahkan pilih rumahnya yang bagaimana, dimana lokasinya, pemerintah DKI akan siap biayain. Jadi warga gak perlu ngeluarin uang muka yang katanya DP nol rupiah itu,” ungkap Bambang.

Ayah tiga anak ini sebetulnya sudah sempat menabung untuk beli rumah murah di daerah Cikarang utara yang sudah dia datangi lokasinya awal tahun ini. Harga rumah yang hanya Rp140 jutaan itu pun sudah ditimang-timang untuk dibeli, apalagi uang mukanya ringan dan cicilannya pun untuk ukuran pengemudi taksi online, Rp800-an ribu per bulan, dia sanggup.

“Uangnya akhirnya kepake buat beli ini itu, waktu pilkada kemarin Anies – Sandi menang, kan udah pasti kita bakal bisa punya rumah sendiri karena gubernur sama wakilnya dah janji sama warga. Ini belum dilantik aja udah plin-plan kayak gini, percuma dong suara gue sekeluarga nyoblos mereka waktu itu,” ungkap pria berdarah Jawa, kelahiran Jakarta itu dengan dialek Jakarta nan kental.

Bambang, saat berbincang dengan wartawan media ini tengah mengemudikan taksi online yang bukan miliknya. Ia saban hari harus menyetor Rp300 ribu kepada si pemilik mobil. Hasil tarikannya sejak jam 6 pagi hingga jam 22.30 malam, dikurangi bahan bakar, saat tiba di rumah ia bisa menyetor ke isterinya Rp150 ribu hingga Rp200 ribu.

Ia lantas berceritera bahwa dirinya dulu tinggal di bantaran Kali Ciliwung namun tahun lalu ia dipindahkan bersama seratusan kepala keluarga lain di rusunawa Rawa Bebek. Awalnya ia tergagap-gagap saat tinggal di rumah susun itu. Butuh waktu sekitar 3 bulan untuk beradaptasi dengan pola hidup dan sosial yang berubah drastis.

“Benci banget gue sama Ahok, sampe bini gue saban hari minta keluar dari rusun, nyari kontrakan di tempat lain. Mana sanggup gue, sementara taksi online aja waktu itu kan katanya mau ditiadakan. Akhirnya kita bertahan, dan lama kelamaan ternyata enak juga tinggal di rusun,” kisahnya.

Pria berkulit gelap ini mengatakan, sesungguhnya ia mulai menikmati tinggal di rusun. Tadinya ia sangat benci kepada sosok mantan gubernur, Ahok, tetapi lama kelamaan ia bersyukur untung ada Ahok sehingga ia bisa meraskaan tinggal di rumah susun seperti sekarang ini.

“Tapi waktu pilkada itu Ahok kan enggak janjiin kita bakal bisa punya rumah sendiri. Dia malah mau benyak-banyakin rumah susun. Lha, kalau kayak gini kan kita gak bakal bisa punya rumah sendiri dong. Eh tiba-tiba ada Anies Baswedan sama Sandiaga tuh ngomong di televisi kalau bakal ngasih DP nol rupiah buat orang kayak kite-kite ini, yang kita pilih dong,” ungkapnya ketus.

Bambang merasa tertipu kalau sekarang ini Anies-Sandi sudah melenceng dari janji kampanyenya. Menurut dia, ketika menyampaikan program ini ke warga masyarakat saat kampanye dahulu, keduanya tidak pernah menyebut syarat penghasilan minimal itu. Mereka hanya menekankan bahwa program ini hanya berlaku untuk warga yang merupakan penduduk DKI Jakarta.

Kendati sudah tersebar luas pernyataan Sandi mengenai gaji minimal untuk memperoleh fasilitas pembiayaan DP nol rupiah ini, Bambang masih berharap agar program ini benar-benar diwujudkan.

“Kita masyarakat biasa enggak ikut-ikutan politik deh pak. Yang penting Anies sama Sandi jangan cuci tangan deh. Kalau janji ya ditepati, jangan berubah-berubah terus,” kilahnya. (HT)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.