December 6, 2022

Salah satu properti milik tersangka Setya Novanto

WARTAPROPERTI.COM | Punya harta hingga ratusan miliar rupiah tak menjamin seseorang berhenti untuk melakukan korupsi. Terlepas dari akan terbukti atau tidak di persidangan nanti, KPK baru saja menetapkan Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka korupsi e-KTP. Data yang dirilis oleh rilis.id, data terakhir yang dikumpulkan KPK menyebutkan Novanto punya kekayaan mencapai Rp114.769.292.83. Jumlah itu naik sekitar Rp40.976.564.786 dari laporan harta kekayaan tahun 2009 saat ia masih menjabat anggota DPR RIP dari daerah pemilihan Timor Barat.

Kekayaan Novanto terdiri atas harta tidak bergerak, harta bergerak, dan surat-surat berharga. Harta Setya Novanto didominasi oleh harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan yang mencapai Rp81,7 miliar. Novanto mendaftarkan 16 objek harta berupa tanah dan bangunan, dengan rincian 10 di Jakarta, 1 di Kupang, 4 di Bogor, dan 1 di Bekasi. Nilai tanah dan bangunannya tersebut naik sebesar kurang lebih Rp32 miliar dari tahun 2009.

Sementara itu, harta bergerak yang Novanto miliki mencapai Rp2,3 miliar. Nilai ini turun dibandingkan laporannya di tahun 2009 yang mencapai Rp3,02 miliar. Nilai kekayaan tersebut bersumber dari beberapa moda transportasi yaitu 5 buah mobil, dari Vellfire hingga Jeep Commander; serta logam dan batu mulia yang nilainya Rp932 juta.

Sisanya, harta kekayaan Novanto bersumber pada Surat Berharga dan Giro yang disimpannya.

Setnov di tahun 2015 punya 6 surat berharga yang nilainya mencapai Rp9,4 miliar dan giro senilai Rp21 miliar rupiah, serta tabungan valuta asing 49 ribu dolar AS. Itulah total kekayaan Setya Novanto yang tercatat pada 2016 lalu. Bisa jadi jumlah kekayaan Setya Novanto saat ini lebih besar dibanding itu.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Ketua DPR RI, Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP, Senin (17/7/2017). Setya Novanto diduga telah melakukan tindakan korupsi dengan menguntungkan diri sendiri atau orang, atau korporasi dalam pengadaan e-KTP yang merugikan negara Rp 2,3 triliun dari nilai proyek Rp 5,9 triliun. (HH)

Leave a Reply

Your email address will not be published.