November 28, 2022

Presiden Joko Widodo saat penyerahan sertifikat hak atas tanah se-Jabodetabek di Jakarta, Minggu (20/8/2017).

WARTAPROPERTI.COM | Lemahnya posisi masyarakat dalam pengurusan sertifikat tanah, bukan tidak diketahui oleh Presiden Joko Widodo. Dirinya ketika masih menjadi Gubernur DKI Jakarta pun pernah mengalami bagaimana sulitnya mengurusi sertifikat Taman BMW, bahkan hingga sudah tidak menjadi gubernur pun belum rampung. Itu sebabnya ia mengingatkan Kementerian Agraria/BPN agar tidak main-main dalam mengurusi sertifikat tanah masyarakat.

Jokowi menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan pada penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah di Lapangan Park & Ride, Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, pada Minggu (20/8/2017).

“Waktu mengurus sertifikat taman BMW untuk stadion, sampai saya enggak jadi gubernur belum rampung, coba. Apalagi rakyat? Bener gak?” ujar Presiden.

Untuk itu, Presiden mengingatkan semua pihak yang terlibat dalam proses pengurusan sertifikat tanah utamanya jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, untuk terus berupaya memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Hati-hati sekarang, saya pantau, saya awasi terus urusan setrifikat. Jangan ada yang bermain-main urusan ini. Saya peringatkan semuanya, semuanya harus cepat, semuanya harus dilayani, juru ukur kurang kita akan tambahin,” tuturnya.

Presiden juga menggarisbawahi agar proses pengurusan sertifikat tanah bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat waktu.

Enggak boleh sekarang mengurus sertifikat tanah sampai bertahun-tahun. Itu masa lalu, ke depan tidak boleh urusan-urusan dipersulit, diperlama. Bener gak? Itu problem yang harus kita selesaikan. Saya sudah minta Menteri (Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN-red),” ucap Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden meminta Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat untuk menunjukkan sertifikat tanah yang baru diperoleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Pemerintah DKI kesulitan [mengurus sertifikat]. Saya bayangkan, apalagi rakyat,” ungkapnya.

Sertifikat yang diterima oleh Djarot termasuk dari 7.486 sertifikat yang dibagikan oleh Presiden kepada masyarakat se-Jabodetabek.

Secara simbolis, Presiden juga menyerahkan sertifikat kepada 13 orang penerima yang mewakili warga dari Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Pada awal sambutannya, Presiden menyatakan bahwa di seluruh Indonesia terdapat 126 juta bidang tanah, namun hingga akhir 2016 baru 46 juta bidang tanah yang diberikan sertifikat. “Artinya masih ada 80 juta sertifikat yang harus diberikan pemerintah kepada masyarakat. Masih banyak sekali.” (HH/Foto: Antara)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.