November 27, 2022

Asmat Amin, Managing Director SPS Group

WARTAPROPERTI.COM | Upaya mengentaskan krisis perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kembali mendapatkan tatangan baru dengan diberlakukan ketentuan penerbitan SLF untuk rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) oleh pemerintah. Sejumlah pihak menilai, ketentuan ini tidak selaras dengan tujuan awal PP No.64/2016 tentang percepatan pembangunan perumahan MBR. Pengembang merasa syarat baru ini akan membuka celah baru memperlama izin dalam membangun.

Sementara itu kampiun pengembang rumah bersubsidi dari Cikarang, Asmat Amin kepada Bisnis.com kemarin (3/9/2017) menilai, kebijakan tersebut muncul akibat pemerintah menilai pengembang di daerah sulit menyediakan hunian yang layak bagi MBR. Namun yang disayangkan, dengan adanya SLF pemerintah seperti menciptakan regulasi yang tidak mendukung pembangunan rumah bersubsidi bagi MBR.

Kendati demikian, Managing Director SPS Group ini mengatakan, selagi regulasi baru itu dapat diterapakan sesuai mandat percepatan pembangunan, pengembang tidak akan keberatan. “Artinya, dengan adanya kewajiban SLF tidak boleh semakin memperlama proses akad. SLF harus rampung diterbitkan dalam sehari supaya beban pengembang tidak semakin tinggi,” katanya.

Hal lain yang ditekankan Asmat adalah bagaimana pemerintah dapat memastikan standar yang tepat dalam merumuskan kebijakan SLF bagi perumahan MBR. Pasalnya, hingga saat ini SLF di Indonesia baru berlaku untuk bangunan gedung yang vertikal. Belum ada ketentuan bagi perumahan MBR.

Asmat juga mengatakan, sebetulnya ketentuan mengenai SLF ini akan lebih tepat jika diterapkan pada rumah susun sederhana milik atau rusunami. Pasalnya, keterpaduan dalam pembangunan rusunami harus diperhatikan betul dan tidak boleh salah. Ini berbeda dengan rumah tapak untuk MBR yang menurut dia, saat ini saja sudah banyak syarat yang harus dipenuhi.

“Infrastruktur dasar harus terbangun sebelum akad itu saja sebenarnya sudah cukup,” ujarnya.

Penyediaan rumah bersubsidi untuk MBR sebelum ada ketentuan SLF, belum sepenuhnya teratasi lantaran perusahaan masih kewalahan menerima permintaan yang masuk. SPS Group sendiri dikenal sebagai pemasok utama rumah bersubsidi dengan tiga lokasi proyek di Cikarang, Bekasi yakni Grand Cikarang City, Villa Kencana Cikarang dan Grand Vista Cikarang. (HH/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.