November 28, 2022

H. Asmat Amin mendapatkan penghargaan dalam ajang BTN GPA 2017

WARTAPROPERTI.COM | Hampir tak ada penghargaan properti dalam beberapa tahun belakangan ini, tanpa kehadiran pengembang satu ini. Namanya H. Asmat Amin, Managing Director Sri Pertiwi Sejati (SPS Group). Ia bukan seorang pengembang kakap yang harga rumahnya naik saban ludes unit perdana. Dirinya juga bukan pengembang yang jualan prospek investasi kepada para pemburu capital gain dengan janji kenaikan harga dalam waktu yang singkat.

Malam ini, dalam ajang BTN Golden Property Award 2017 hasil kerjasama Bank Tabungan Negara dan Indonesia Properti Watch, H. Asmat Amin kembali naik ke podium untuk menerima penghargaan sebagai Best of the Best Pengembang KPR Subsidi BTN GPA 2017.

Dalam sudut pandang apapun, SPS Group layak mendapatkan penghargaan ini karena realisasi pembangunan rumah bersubsidi yang mereka tunjukan, jauh di atas rata-rata pengembang lainnya. Bayangkan, ribuan unit dipasok pengembang ini dalam setahun untuk memenuhi kebutuhan rumah rakyat kecil yang hanya mampu membeli dengan uang muka yang mungkin masih lebih rendah dibandingkan dengan booking fee 1 unit apartemen di Kota Meikarta yang sedang gencar dipasarkan itu.

Sejatinya ada sejumlah perumahan yang dikembangkannya usai berhenti dari bisnis pabrik genteng yang didirikan sang ayah, namun belakangan tiga lokasi perumahan miliknya ini didesikasikan untuk menyediakan rumah seharga Rp130 – Rp140-an juta bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Tiga perumahan itu, adalah Grand Cikarang City, Villa Kencana Cikarang dan Grand Vista Cikarang.

Malam tadi, Villa Kencana Cikarang yang bernaung di bawah PT Budi Langgeng Persada, mendapatkan penghargaan yang disponsori oleh BTN itu. Asmat Amin naik ke podium yang sama dengan kampiun-kampiun properti lainnya sekelas bos Meikarta James Riady, Pendiri Jababeka SD Darmono, Pendiri Intiland Hendro Gondokusumo, Pendiri Summarecon Agung Soetjipto Nagaria dan Pendiri Pakuwon Jati Alexander Tedja.

Ia tidak banyak berbicara kepada wartawan dengan ucapan klasik soal backlog perumahan sebagaimana yang dikatakan pengembang besar tanpa rekam jejak di rumah bersubsidi. Ia taat aturan dan selalu berharap agar pemerintah meningkatkan sinergi dengan para pengembang rumah bersubsidi.

Ia bahkan sama sekali tidak gamang dengan kehadiran pengembang besar di kawasan Cikarang pada hari ini. Selain karena beda segmen, dedikasi penuh pada rumah bersubsidi telah mendorong orang nomor 1 di negeri ini datang ke Villa Kencana Cikarang beberapa waktu silam.

“Meskipun para pengembang besar mengepung Cikarang, kami tidak khawatir karena produk kami beda segmen. Kami bangga bisa menyediakan rumah bagi masyarakat kecil,” ungkapnya kepada penulis beberapa waktu yang lalu. (Ferdinand Lamak/Foto: D. Soeleiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published.