November 28, 2022

H. Asmat Amin, layak jadi raja rumah bersubsidi di Indonesia

WARTAPROPERTI.COM | Kawasan Cikarang hingga Karawang, saat ini berkembang dengan sangat pesatnya. Harga properti pun melonjak tinggi di tengah pasar yang enggan bergerak naik dengan cepat. Developer-developer papan atas, baik lokal maupun asing, plat hitam maupun plat merah, mengepung kawasan itu dengan berbagai konsep dan skala pengembangan proyek, lalu pasar pun dibanjiri dengan tawaran proyek-proyek baru bergelimang fasilitas.

Di tengah perkembangan kawasan yang demikian pesatnya itu, terdapat sebuah perusahaan yang telah lama berkiprah dalam pengembangan perumahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kawasan itu. Bukan apartemen berukuran 20-an meter persegi yang dijual seharga Rp100-an juta rupiah, apalagi real estat mewah yang dibenderol ratusan hingga miliaran rupiah. Tidak.

Asmat Amin, nama yang beberapa tahun belakangan senantiasa hadir dengan bendera SPS Group adalah sosok dibalik penyediaan hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan Cikarang dan sekitarnya itu. Pengembang dengan konsistensi yang tinggi untuk membantu kalangan berpenghasilan pas-pasan agar dapat memiliki rumah tapak. Konsistensi itu pula yang membuatnya enggan tergiur untuk membangun perumahan atau apartemen kelas menengah bahkan atas, sekalipun lokasi-lokasi yang dimilikinya berada pada titik-titik strategis dan tak jauh dari titik-titik akses transportasi publik.

Tengok saja Perumahan Grand Cikarang City yang awal tahun kemarin masih menjual rumah dengan harga terendah, Rp141 juta. Rumah berukuran standar rumah bersubsidi yang terletak di dalam kawasan ini, dalam sekejap ludes terjual. Mereka yang berhasil mendapatkan rumah di sini pantas merasa beruntung lantaran, lokasi perumahannya berada di jalur akses utama dan letaknya tidak jauh dari stasiun kereta listrik yang pada pertengahan tahun ini sudah mulai melayani rute Jakarta hingga Cikarang.

Jika saja Asmat Amin tidak komit untuk konsisten dengan pengembangan rumah bersubsidi, bukan tidak mungkin ia akan berlaku seperti pengembang lain yang berselancar di level menengah ke atas. Alih-alih mengubah konsep dan level playing field, SPS Group bergeming di perumahan bersubsidi. Kesungguhan dan konsisten ini sekaligus menepis anggapan bahwa rumah bersubsidi sulit dijangkau transportasi publik karena berada nun jauh di pelosok.

Imaji yang minor tetang rumah subsidi ini dijawab dengan pasti oleh Asmat Amin, ketika menurut dia setiap menghadirkan proyek rumah bersubsidi, dirinya senantiasa mensyaratkan kemudahan akses ke lokasi tersebut. Bahkan, tidak tanggung-tanggung ekspektasinya akses 24 jam. Karena, dengan begitu bisnis rumah bersubsidi menjadi kompetitif dan menguntungkan baik bagi pembeli maupun developernya.

Mantan pengusaha genteng lulusan Amerika ini mulai merambah bisnis perumahan sejak tahun 1997. Sudah ribuan unit rumah bersubsidi yang ia kembangkan, dimana sebagiannya telah berubah menjadi kawasan pusat pertumbuhan baru sebagaimana yang dapat Anda saksikan di Kota Serang Baru yang menjadi debut awalnya sebagai developer.

Fasilitas yang disediakan di setiap perumahan yang dikembangkan pun relatif memadai, sebagai contoh di Grand Cikarang City disediakan water treatment plant serta fasilitas umum dan sosial lainnya. Demikian juga halnya di Vila Kencana Cikarang yang memiliki masjid, lapangan futsal dan taman bermain anak sekalipun perumahan tersebut belum banyak dihunin pemiliknya.

Puncaknya, 4 Mei 2017 Presiden Joko Widodo turun langsung ke lokasi Vila Kencana Cikarang, salah satu perumahan bersubsidi milik SPS Group untuk meresmikan perumahan itu. Kedatangan presiden itu menjadi momentum yang tepat untuk mengekspos secara luas tentang keberadaan rumah bersubsidi yang jauh lebih baik kondisinya dari apa yang dipersepsikan selama ini.

Atas keberhasilannya mengembangkan rumah subsidi sekaligus membantu mewujudkan perogram Satu Juta Rumah yang dicanangkan pemerintahan Jokowi-JK, Asmat Amin pun menuai banyak sorotan. Tentu saja, mayoritas adalah sorotan positif atas langkah tidak lasim yang dilakukannya itu dengan tetap fokus mengembangkan rumah bersubsidi. Ia pun mendulang sejumlah penghargaan di bidang properti, mulai dari Golden Property Awards dari Indonesia Property Watch, hingga yang terakhir dari Majalah Property and Bank.

Ini menjadi ganjaran yang setimpal dengan karya nyata yang telah dilakukannya untuk bangsa ini. Entah sudah berapa banyak keluarga kurang mampu yang akhirnya dapat memiliki rumah sendiri dari tangannya. Jika dibandingkan dengan pengembang-pengembang yang bermain di segmen menengah ke atas, tampaknya layak dan patut jika Asmat Amin dan perusahaannya mendapat predikat The Best Developer of The Year. (Ferdinand Lamak)

Leave a Reply

Your email address will not be published.