December 3, 2022

Kawasan perumahan berkonsep resort, Podomoro Park di Bandung Selatan

[highlight bgcolor=”#c1c1c1″ txtcolor=”#f9f9f9″]Pesona alami Bandung Selatan telah dieksplorasi tuntas oleh komponis besar Ismail Marzuki dalam beberapa karyanya akan dilahirkan kembali melalui Podomoro Park, Buah Batu, Bandung Selatan.[/highlight]

BANDUNG – Jatuh cintanya pada sang pujaan hati, Eulis Zuraidah telah membuat Bang Mail, panggilan akrab Ismail Marzuki sang komponis andal itu tak pernah puas mengekspresikan perasaannya melalui sejumlah karya. Eulis yang jelita itu digambarkan dalam syair penuh cinta kepada Bandung Selatan yang diwaktu malam hari nampak seperti terselubung sutra mega putih, laksana Putri lenggang kencana yang duduk murung menanti kekasih.

Juga, harapan yang ditautkan pada baris syair Saputangan dari Bandung Selatan agar siapapun jangan pernah melupakan Bandung Selatan. Air matamu berlinang, saputangan mu kusimpan, ujung jarimu kucium serta doa kuucapkan, selamat jalan slamat berjuang, Bandung Selatan dilupakan, jangan!

Jika Bang Mail masih hidup pada hari ini, ia akan menyaksikan evolusi yang terjadi telah menggerus sejuta pesona Kota Bandung pada masa itu. Tak berbeda dengan kisah sang isteri yang menjalani hari-hari terakhirnya di sebuah rumah kontrakan di kawasan Sawangan, Bogor. Miskin, tak punya harta sama sekali kecuali kebangaan terhadap nama besar almahrum suami yang diabadikan dalam sebuah gedung pertunjukan seni dan budaya ternama di Jakarta Pusat.

Bandung adalah sebuah kota ikonik sedari jaman penjajahan Belanda dulu. Suasana yang tenang, hawa sejuk lembah yang dikelilingi dataran tinggi, perbukitan dan gunung, menyempurnakan kenyamanan tinggal di kota ini. Jejak-jejak itu masih bisa ditemukan dalam sejumlah rumah-rumah tua yang kini dikenal dengan sebutan rumah Belanda yang masih berdiri tegak di kawasan Bandung, khususnya belahan utara kota itu.

Dikisahkan, saking tenang dan nyamannya kota itu, saban pagi di masa lalu, terlihat warga kota masih leluasa menikmati udara pagi sambil berjalan santai dengan hewan peliharaannya, menyusuri bibir trotoar sambil menikmati aktifitas kota dipagi hari. Pemandangan yang kini nyaris hilang ditelan perkembangan kota yang demikian pesatnya.

Tentu saja bukan pekerjaan mudah untuk menghadirkan kembali nuansa itu di Kota Badung. Apalagi di wilayah utara yang hari ini sudah penuh sesak dengan berbagai gedung, pusat belanja dan kawasan permukiman penduduk. Tengok saja, saban akhir pekan wilayah itu nyaris tak bergerak dipadati kendaraan setempat yang membaur dengan para wisatawan lokal dari Jakarta dan kota lain di sekitar Bandung.

Walau sulit, bukan berarti tidak mungkin untuk menghadirkan sebuah kawasan perkotaan baru yang kental dengan citarasa Bandung di masa lalu. Harapan itu terbersit dari Bandung Selatan, tepatnya di kawasan Buah Batu, dengan kontur tanah yang lebih stabil di bawah kaki Gunung Malabar dan Gunung Puntang yang sejuk itu.

Harapan itu kini dijawab oleh PT Agung Podomoro Land, Tbk. (APLN) yang menghadirkan sebuah kawasan perkotaan dengan konsep home resort dimaksud, di kawasan Buah Batu, Bandung Selatan. Sebagaimana diungkapkan Assistant Vice President Strategic Residential APLN Agung Wirajaya, perumahan berskala besar ini akan mengembalikan nuansa Bandung Tempo Doeloe, melalui konsep yang diadopsi dari Woodbrige Irvine California serta desain masterplan dan lanskap dari Palmscape Singapura.

Dikatakannya, dengan konsep ini maka akan terjadi reinkarnasi Kota Bandung Tempo Doeloe dalam wujud Podomoro Park dengan mengedepankan lima elemen utama. Kelima elemen itu antara lain, pepohonan rimbun dan taman kolektif untuk menciptakan kembali siklus oksigen sekaligus menjadikannya sebagai paru-paru kota.

Kedua, berupa danau sepanjang lebih kurang 1 kilometer yang membelah kawasan itu, dengan diameter 30 hingga 40 meter yang bisa dimanfaatkan sebagai area rekreasi air seperti kano, perahu dan gondola untuk semua penghuni. Danau ini akan dikelola oleh ahli yang profesional sebagai sarana olahraga air, dengan rumah-rumah premium yang akan dibangun disekelilingnya.

“Orang kota membutuhkan unsur air untuk released stress mereka, bayangkan orang meditasi untuk melepaskan stress mereka, pasti membutuhkan suara air yang memberikan ketenangan dan keteduhan,” ungkap Agung.

Berikutnya, hampir 50 persen lahan, dari total lebih kurang 120 hektar lahan itu akan digunakan sebagai ruang terbuka hijau dengan menghadirkan pohon-pohon besar yang dirindukan orang Bandung, yang memungkinkan anak-anak dapat bermain di ruangan terbuka. Juga, desain hunian Podomoro Park yang memiliki pemandangan perbukitan di seputaran Bandung Selatan, serta paparan udara langsung dari pegunungan ke kawasan perumahan ini.

“Perbukitan di Bandung Selatan ini memberikan udara segar dan sejuk. Bayangkan jam 11.00 saat matahari mulai beranjak naik saja, udara di sana masih sejuk, sepoi-sepoi begitu,” imbuhnya.

Terakhir, kenyamanan penghuni akan dijamin dengan sistim keamanan 24 jam. Pengembang juga menyiapkan lahan seluas 10 hektar sebagai area komersial, jogging track di tepian danau, serta club house yang mencakup kolam renang, pusat kebugaran, dan ruang serba guna.

Kerinduan orang Bandung akan suasana Bandung Tempo Doeloe tampaknya akan terjawab dengan kehadiran Podomoro Park. Pun mereka yang datang dari luar Bandung, terutama orang Jakarta yang ingin memiliki hunian di Kota Bandung.

“Kota Bandung dan Jakarta akan tersambung dengan kereta api cepat, belum lagi elevated toll road Jakarta – Cikampek yang memungkinkan orang tinggal di Bandung dan bekerja di Jakarta dengan waktu tempuh yang jauh lebih singkat, bahkan lebih singkat dari waktu tempuh orang Depok, Bogor atau Bekasi ke pusat Kota Jakarta. Semua infrastruktur ada di selatan, Tol Cipularang keluarnya di selatan, kereta cepat pun di selatan. Belum lagi kehadiran Bandara Kertajati yang akan membuat Bandung menjadi kota yang pesat pertumbuhannya kedepan,” ungkap Agung.

Bagaimanapun Bandung Selatan sedarimula sudah memiliki nilai historis nan estetik dengan berbagai pesona sebagaimana diungkapkan Ismail Marzuki. Wilayah ini akan melahirkan kembali Bandung Tempo Doeloe melalui masterpiece paling anyar dari Agung Podomoro di Podomoro Park, Buah Batu, Bandung Selatan. (WP/Foto: POPARK)

Leave a Reply

Your email address will not be published.