November 28, 2022

Jababeka akan meluncurkan smart city apps (Foto: channelpostmea.com)

CIKARANG – Jababeka Group mengaku telah melakukan proses digitalisasi bisnis dalam kegiatan bisnis mereka dengan cara akan meluncurkan program Jababeka Residences Apps tahun ini. Dikatakan oleh President Director PT Graha Buana Cikarang, Direksi Holding Jababeka Group, Sutedja Sidarta Darmono, ini dilakukan guna menjawab tantangan global dan era digital, perusahaan sedang menggodok terobosan baru dalam proses bisnis.

Sutedja menerangkan tujuan digitalisasi dalam proses bisnis memang memiliki fungsi mengefisiensi biaya. Di sisi lain, ada beberapa hal yang dilakukan sendiri oleh perusahaan misalnya dengan mengembangkan aplikasi.

“Saat ini kami sedang mengembangkan aplikasi, yang akan dipakai sebagai smart city feature. Jadi nanti ada apps yang akan kami namakan Jababeka Residences Apps,” ujar Sutedja sebagaimana dikutip Bisnis, Kamis (26/7/2018) di Fairmont Hotel, Senayan.

Dia menyebut, dengan menggunakan aplikasi itu, para penghuni bisa mengecek dan melakukan pembayaran untuk biaya rumah, keamanan, dan lainnya. Selain itu, penghuni dari kawasan Jababeka bisa mendapatkan informasi tentang proyek properti terbaru Jababeka.

“Tentu Jababeka Residences Apps akan terintegrasi dengan sistem smart city kita. Disana ada informasi soal integrasi transportasi, terus informasi orang mau cari tahu naik bus kapan datang. Semua bisa,” ujar Sutedja.

Dia berharap dengan aplikasi ini juga menstimulus bisnis di kawasan Jababeka, sebab setiap informasi tentang bukaan tenant baru dalam kawasan juga akan diinformasikan oleh aplikasi. Dia menyebut, ini adalah bentuk smart city initiative dari Jababeka.

Sutedja berpendapat kehadiran aplikasi tidak menutup peluang kerjasama dengan inovasi start-up lain yang mendorong bisnis properti. Dia menyebut tantangan saat ini perusahaan-perusahaan properti memang berhadapan dengan era digitalisasi. Salah satu fenomena yang muncul adalah kehadiran start-up pada semua sektor bisnis dan memberikan banyak inovasi yang mungkin tidak dimiliki korporasi.

“Misalnya saja saat ini ada aplikasi yang memungkinkan kita untuk mencari informasi dan melakukan transaksi properti dengan mudah. Namun dalam hal berkolaborasi, baik start-up, dan korporasi harus memastikan kalau mereka memiliki visi dan misi yang sama,” jelas Sutedja.

CEO Bizcomm Indonesia, Sendra Wong mengatakan saat ini adalah kesempatan bagi start-up dan korporasi untuk berkolaborasi. Menurut dia, kedua entitas ini memiliki tantangan masing-masing dan sangat penting untuk bergabung guna menciptakan keuntungan bersama.

“Start-up ini memiliki keuntungan soal reputasi, modal, dan data yang dimiliki oleh perusahaan konvensional. Sementara korporasi bisa memanfaatkan peluang ini,” kata Sendra. (BSN/WP)

Leave a Reply

Your email address will not be published.