December 6, 2022

Anies Baswedan dan Program DP nol rupiah (Foto: merdeka.com)

WARTAPROPERTI.COM – Setahun memimpin DKI Jakarta, tak ada tanda-tanda Anies Baswedan yang sebelumnya berpasangan dengan Sandiaga Uno akan memenuhi janji utama kampanye mereka saat Pilgub DKI Jakarta 2017 silam. Setelah Oke Oce yang tidak jelas juntrungannya, dan malah ditinggalkan oleh Sandiaga Uno mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto, kini nasib DP nol rupiah pun setali tiga uang. Alih-alih merealisasikannya, program yang belum jelas wujudnya ini disebut tidak diperuntukkan bagi warga miskin Jakarta.

“Terbukti bahwa  rakyat miskin DKI Jakarta yang belum memiliki rumah hanya menjadi komoditi dan dimanfaatkan oleh Anies Baswedan, Sandiaga Uno dan partai-partai pendukungnya untuk mengejar kekuasaan. Ini contoh paling konkrit bagaimana perspektif perumahan dan permukiman yang sangat miskin dari pemerintah propinsi ini,” ungkap Ferdinand Lamak, Chairman Center for Urban Development Studies (CUDES) di Jakarta hari ini (18/10/2018).

Ia menanggapi pernyataan Anies Baswedan yang menyebutkan bahwa program DP nol rupiah yang diejawantahkan dalam  program hunian Solusi Rumah Warga (Samawa) ditujukan untuk warga dengan strata ekonomi menengah.

“Karena memang menggunakan skema perbankan yang ada proporsi penghasilan tidak boleh semuanya dipakai untuk mencicil,” kata Anies, Rabu, 17 Oktober 2018. “Ada batas maksimal, di mana persentase penghasilan tidak boleh lebih besar dipakai untuk menyicil.”

Lamak pun mengingatkan agar Anies tidak sedang berusaha berkelit dengan berbagai alasan yang sejatinya sudah diingatkan sejak pertama kali menggulirkan program ini pada kampanye Pilgub setahun lalu.

“Sebagai seorang pejabat yang tugasnya adalah bertanggungjawab atas apa yang dijanjikan saat kampanye, publik tentu berharap agar Anies Baswedan tidak main-main dengan berbagai narasi yang diucapkan saat kampanye dulu. Kalau Samawa ini benar diperuntukkan untuk warga kelas menengah, lalu apa bedanya dengan produk pembiayaan perumahan konvensional lainnya? Jelaskan dong dan bagaimana prosedur pengajuan, syarat teknis dan bagaimana skema pembiayaannya? Jangan sampai publik hanya disodorkan narasi-narasi kebohongan yang akan menciptakan kebohongan-kebohongan lain,” kecamnya.

Diatas segalanya, CUDES pun mengingatkan bahwa dengan excuse yang disampaikan oleh Anies Baswedan ini, tidak lantas membebaskan dirinya dan pemerintahannya terhadap persoalan permukiman untuk rakyat miskin.

“Jika Samawa yang juga belum jelas wujudnya itu untuk kelas menengah, lantas apa yang mau dilakukan untuk rakyat miskin? Mau lanjutkan program rusunawa yang gencar dilakuan oleh Ahok dulu? Jika iya, jangan malu-malu. Rakyat tidak peduli, itu programnya siapa, Baswedan atau Ahok. Yang paling penting adalah persoalan mereka diberikan solusi. Coba hitung, setahun menjabat, berapa tower rusun yang dibangun dan menjadi hasil kerjanya Anies Baswedan dan Sadiaga Uno?,” tegasnya. (AS/WP)

Leave a Reply

Your email address will not be published.