November 28, 2022
Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta (Foto: Jakarta Post)

Selama 5 tahun, Anies Baswedan menargetkan pembangunan 232.214 unit hunian dengan DP Nol Rupiah. Hingga Oktober 2019, 2 tahun menjabat, baru 780 unit apartemen murah yang direalisasikannya.

JAKARTA-WARTAPROPERTI.COM | Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta untuk tidak perlu lagi berkelit mencari alasan atas kegagalannya merealisasikan janji kampanye terkait hunian bagi warga berpenghasilan rendah di DKI Jakarta. Pasalnya, kinerjanya untuk mewujudkan target penyediaan hunian dengan program andalan Rumah DP 0 rupiah saja masih jauh panggang dari api. Pencapaiannya tidak sampai 1% dari target yang ditetapkan.

Chairman Center for Urban Development Studies (CUDES), Ferdinand Lamak mengatakan, Anies Baswedan tidak bisa berkelit untuk mencari alasan atas kegagalan ini. Karena pencapaian yang demikian rendah, tidak bisa dijelaskan dengan logika apapun.

“Ini program pemerintah lho, yang anggarannya ada dan semuanya kembali kepada, seberapa keberpihakan pemerintah pada rakyat miskin kan? Ini diksi yang selalu jadi andalan Anies Baswedan ketika kampanye kan? Bagaimana mungkin sebuah program pemerintah, pencapaiannya dalam setahun kurang dari setengah persen?,” ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan, Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembangunan hunian dengan DP 0 Rupiah selama 5 tahun adalah 232.214 unit. Dengan gimmick uang muka nihil, program ini tentu saja diburu oleh warga berpenghasilan rendah. Yang menjadi soal adalah, hingga 2 tahun berjalan tepatnya pada Oktober 2019, jumlah unit hunian yang terbangun baru mencapai 780 unit.

“Ini berarti dalam setahun, Anies Baswedan hanya mampu membangun 390 unit rumah. Kalau ditotal hingga masa jabatannya berakhir, maka dia hanya mampu membangun 1.950 unit saja. Itu pun kalau dia sanggup. Nah, kalau demikian, maka angka tersebut pun tidak mencapai 10% dari total unit yang ditargetkan,” ungkap Lamak yang juga jurnalis senior bidang properti ini.

Lamak menyarankan agar Anies Baswedan jujur saja mengakui ketidakmampuannya memecahkan persoalan perumahan di DKI Jakarta, ketimbang terus berkelit dibalik ketidakpahamannya tentang masalah perumahan.

“Jika kurang paham, ya berkonsultasilah dengan para pelaku industri properti seperti REI, apalagi saya dengar REI Jakarta siap dengan tangan terbuka untuk membantu Pemprov DKI mewujudkan program ini,” ungkapnya lagi. (Marlo KR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.