November 28, 2022
Para pengemudi Gojek menyerahkan aplikasi KPR rumah bersubsidi

Otoritas jasa keuangan mengisyaratkan nasabah KPR pun bisa mendapatkan penundaan pembayaran KPR. Namun keringanan itu tergantung penilaian bank kepada debitur.

JAKARTA – WARTAPROPERTI.COM | Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan hal itu di Jakarta, awal pekan ini. Dari sisi makro, kebijakan untuk memberikan relaksasi dalam bentuk penundaan pembayaran cicilan dimungkinkan. Hanya saja detailnya, siapa yang layak mendapatkan keringanan itu, tergantung pada hasil penilaian banknya.

“Tentunya, bergantung bank menilai masing-masing debitur, agar tidak ada penumpang gelap. Hanya yang betul-betul terdampak (covid-19) yang mendapatkan relaksasi itu,” ujarnya.

Selain itu, Heru melanjutkan nasabah korporasi atau perusahaan dengan plafon kredit di atas Rp10 miliar juga dapat mengajukan keringanan. Keringanan berupa restrukturisasi bunga, pinjaman pokok, atau jangka waktu pinjaman.

Pun demikian, ia berharap debitur yang masih mampu membayar dan arus kasnya tidak terdampak, untuk tetap membayar dan tidak meminta keringanan berlebihan, mengingat bank pun membutuhkan kelancaran pembayaran nasabah.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menegaskan bahwa POJK Nomor 11/POJK.03/2020 soal Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 memberikan relaksasi bank bank dan debitur dengan pinjaman di atas Rp10 miliar.

“Namun, tetap selektif dan debitur tetap harus mau mengupayakan pemenuhan kewajibannya agar bank tidak mengalami kendala likuiditas,” jelasnya. (Marlo KR/CNN)

1 thought on “Nasabah Bisa Ajukan Penundaan Cicilan KPR

Leave a Reply

Your email address will not be published.