November 28, 2022
Gerbang Kawasan Alam Sutera di Serpong, Tangerang Selatan (Foto: Alam Sutera)

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) mencatatkan kerugian yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 512,5 miliar pada periode semester I tahun ini.

Wartaproperti.com | “Perseroan mencatatkan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 512,5 miliar disebabkan oleh adanya kerugian selisih kurs yang belum terealisasi sebesar Rp 271,5 miliar,” demikian keterangan manajemen Alam Sutera, dalam paparan publik, Jumat (28/8/2020).

Pencapaian ini berkebalikan dengan capaian di tahun sebelumnya yang masih mencatatkan laba bersih Rp 158,8 miliar. Separuh dari kerugian itu dikontribusikan oleh selisih kurs. Data laporan keuangan mencatat rugi selisih kurs mencapai Rp 271,50 miliar, dari sebelumnya laba kurs Rp 122,26 miliar.

Data laporan keuangan mencatat rugi selisih kurs mencapai Rp 271,50 miliar, dari sebelumnya laba kurs Rp 122,26 miliar.

Pada periode 6 bulan pertama ini, ASRI mencatatkan pendapatan sebesar Rp 919,5 miliar, turun 28% dari periode sama di tahun sebelumnya Rp 1,28 triliun.

Secara rinci, pendapatan ini dikontribusi dari segmen real estate sebesar Rp 740,4 miliar, jasa hospitality, prasarana, pariwisata dan usaha lainnya sebesar Rp 179,1 miliar.

Namun, beban pokok penjualan tercatat turun 15% dari sebelumnya Rp 541,5 miliar menjadi Rp 458,7 miliar.

Pada semester pertama ini, perseroan membukukan pra penjualan atau marketing sales sebesar Rp 1,4 triliun. Hingga Juni 2020, perseroan meluncurkan dua proyek baru, yaitu Elevee Promenade dan Weston Lane di kawasan Alam Sutera dan dua cluster baru yaitu Dakota Cluster dan Alam Signature di kawasan Suvarna Sutera.

Total aset ASRI sampai dengan paruh pertama tahun ini sebesar Rp 21,43 triliun dengan liabilitas Rp 11,52 triliun dan ekuitas Rp 9,90 triliun. (Marlo)

Leave a Reply

Your email address will not be published.